[caption id="attachment_1265" align="aligncenter" width="500"] Ilustrasi (Ist)[/caption]

BANDARLAMPUNG,FS-Pemerintah Bandarlampung seolah menghamburkan anggaran untuk pembangunan pasar tradisional secara bertingkat. Pasalnya para pedagang lebih cenderung memilih berdagang dilantai bawah ketimbang di lantai atas sehingga pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk sewa lahan menjadi kurang maksimal.

Ketua Komisi II DPRD Bandarlampung, Poltak Aritonang, mangatakan bahwa masalah pembangunan pasar tradisional secara bertingkat memang menjadi kelemahan untuk menarik pedagang agar mau berjualan di lantai atas.

“ Hampir rata-rata pedagang  pasti mencari tempat dagangan dilantai dasar, alasannya,  banyak orang atau pengunjung  yang lalu lalang dilantai satu sehingga menjadi lebih ramai.  Namanya pedagang,  pasti mencari titik strategis untuk berdagang,” kata Poltak, Senin (3/4).

Mengatasi masalah itu, Pihaknya mengaku telah memberi masukan dan telah dijalankan oleh pemkot Bandarlampung untuk mengajak pedagang agar mau berjualan dilantas atas. Tetapi, permasalahan disini, para pedagang bersikeras untuk tetap berjualan dilantai dasar.

“Bukan masalah mudah mengatasi pedagang untuk bisa ikut dengan keinginan kita dan itu harus dilakukan secara bertahap,” ujarnya. (TIM)

Posting Komentar