[caption id="attachment_1177" align="aligncenter" width="500"] Siti, Nurbaya ddampimgi Stono saat menghadiri gelaran Hari Rimbawan ke 34[/caption]

KOTAAGUNG, FS - Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Siti Nurbaya Baya mengunjungi Kabupaten Tanggamus, tepatnya di Sekolah usaha perikanan menengah (SUPM) Kotaagung. Kunjungan Siti Nurbaya itu dalam rangka hari rimbawan ke 34 dan peringatan hari hutan internasional.

Siti Nurbaya dalam sambutannya mengatakan, bahwa konservasi sangat penting, sebab konservasi dikaitkan dengan tidak saja kelestarian, tapi juga dalam pengembangan wilayah disuatu daerah, apalagi dalam perjalanannya konservasi menawarkan keindahan alam.

“Konservasi sering mengalami gangguan, hal ini sedang kita tangani dan atasi, dengan beberapa agenda.  Kemudian adanya Taman Nasional juga penting untuk Indonesia dan dunia, sebagai contohnya setiap hari saya mendapat hampir 500 email dari seluruh dunia yang menanyakan perkembangan satwa di Taman Nasional kita seperti Badak, gajah, orang utan dan harimau sumatera, artinya hutan kita dan satwa yang ada didalamnya mendapat perhatian dari dunia,” jelasnya.

Kawasan Hutan lanjut Siti, harus benar-benar dijaga,  sebab hutan juga berperan dalam pengembangan wilayah dan juga bisa menghasilkan Sesuatu, misalnya, wisata alam yang bisa dinikmati.”Kita tidak bisa main-main lagi tentang taman nasional ini. Ada progran hutan sosial, memberikan akses masyatakat untuk memanfaatkan hasil hutan bukan kayu, seperti madu, buah, dan rotan,” ujar Siti.

Sementara itu, Plt Sekda Tanggamus Andi Wijaya yang hadir dalam kesempatan itu berharap koordinasi terhadap pelaksanaan kebijakan  sektor kehutanan antara pemerintah kabupaten, pemprov dan pemerintah pusat dapat terus ditingkatkan,  hal itu lantaran saat ini Pemkab Tanggamus sudah  tidak memiliki kewenangan lagi terhadap pengelolaan hutan, disatu sisi hutan di Tanggamus sangat luas.

“Sebagaimana diketahui, Kabupaten Tanggamus memiliki wilayah hutan yang luas dan memerlukan penanganan khusus dari semua pihak. Dari 285.546 hektar luas wilayah Tanggamus, 134.324,11 hektarnya atau 47,04 persen adalah kawasan hutan . Kawasan hutan lindung yang berada di Tanggamus terdiri dari register 25 Pematang Tanggang,Register 26 Serkung Peji,Register 27 Pematang Sulah, Register 28 Bukit Neba, Regiter 30 Gunung Tanggamus,Register 31 Pematang Arahan, Register 32 Bukit Rindingan dan Register 39 Kotaagug Utara,” ujar Andi.

Dikatakan Andi, bahwa saat ini di Tanggamus ada 32 gapoktan yang telah mendapatkan izin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatakan (IUPHKm) dari bupati Tanggamus dan masih ada 9 gapoktan lagi yang sedang dalam proses IUPHKm dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan total luasan pengelolaan HKm 58.160,70 ha dan anggota 22.391 KK.

“Kelompok HKm yang sudah mendapatkan IUPHKm diwajibkan untuk menanam tanaman keras dan bisa mengambil buahnya, mengambil madu hutan, menghasilkan gula aren dan ada juga yang menanam kopi dan kakao, mereka ini dibina oleh LSM Konsorsium Kota Agung Utara (Korut),” kata dia.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana Kemah Konservasi yang juga Kepala TNBBS Timbul Batu Bara, mengatakan dalam memperingati Hari Bhakti Rimbawan Ke 34 dan Hari Hutan Internasional tahun 2017 ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan mulai dari aksi bersih-bersih pantai, menanam mangrove, kemah dan pelepasliaran satwa yang dilindungi.

“Dalam kemah konservasi diikuti 337 peserta Pramuka, Pramuka yang ikut dari berbagai satuan karya (Saka). Tujuan kegiatan ini pertama melahirkan pejuang konservasi yang bisa mempertahankan warisan alam dunia, kemudian terwujudnya kesadaran masyarakat tentang konservasi hayati dan suatu kehormatan bagi kami, ibu menteri bisa hadir disini, semoga kehadiran ibu bisa menjadi  motivasi untuk kualitas lingkungan hidup menjadi lebih baik lagi,” kata Timbul.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri LH dan Kehutanan Siti Nurbaya melakukan penanaman pohon, penyebaran bibit udang, dan pelepasliaran hewan yang dipusatkan di kompleks SUPM Kotaagung, Hadir dalam kegiatan itu, Sekdaprov Lampung Sutono, pejabat dilingkungan Kementerian LH dan Kehutanan, pejabat TNBBS, kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, dandim 0424 Letkol (Inf) Hista Soleh harahap, dan kepala SKPD dilingkungan Pemkab Tanggamus.(SB/CD)

Posting Komentar