[caption id="attachment_606" align="aligncenter" width="275"] Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo (Ist)[/caption]

BANDARLAMPUNG, FS - Gubenur Lampung, M Ridho Ficardo, masih menunggu peraturan dari pemerintah pusat, terkait Akhir Masa Jabatan (AMJ) Bupati Mesuji, Khamami yang sebentar lagi akan berakhir yaitu tanggal 13 April 2017.


Saat di tanya nama yang cocok, orang nomor satu di Saibumi Ruwa Jurai ini sedikit tertarik dengan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lampung, Irwan Sihar Marpaung. Pasalnya, beliau mantan orang nomor Komandan Korem (Danrem) 043 ini yang berkarir di militer di nilai cocok.


“Ya bisa si dia (Pak Marpaung). Ya tinggal kita lihat amal dan ibadanya,” ujar Gubenur Ridho, Minggu (2/4).


Sejauh ini, kata Ridho, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung masih menunggu turunnya aturan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait penetepan Pejabat (Pj) Kabupaten Mesuji. “Jadi kita tunggu dulu aturanya, ya kalau abis AMJ tanggal 13, kan bisa saja nanti ada aturan bupati terpilih, Khamamik di lantik sebelum AMJ. Tidak perlu serentak,” jelas Ridho.


Masih jelas Gubernur, waktu pilkada serentak tahun 2015 lalu pelantikan kepala daerah terpilih di provinsi lain juga ada yang tidak serentak. “Nah apa ini akan mencontoh, kita belum tahu, yang jelas kita akan ikuti aturan itu. Untuk sekarang ini kita masih menunggu peraturan dari Kemendagri turun. Draf peraturannya memang sudah diserahkan ke Presiden," tambah Gubernur.


Terpisah, anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Budi Yuhanda, mengatakan, pihaknya selaku DPRD Lampung dari dapil tersebut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Mesuji bapak Khamami.


“Sebagai bupati definitif pertama yang telah berhasil membawa kabupaten mesuji menjadi lebih maju baik dibidang infrastruktur, pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan dan beberapa bidang program lainnya,” kata Politikus NasDem itu.


Menurutnya, selama masa jabatan beliau yang pertama Mesuji perlahan pasti terus mengalami peningkatan khususnya anggaran. Yakni terutama dalam membantu masyarakat miskin dan pembukaan daerah-daerah yang terisolir.


“Tentu dalam membangun suatu kabupaten diperlukan kontinutas, diperlukan pembangunan baik jangka pendek menengah maupun jangka panjang yang berkelanjutan, apalagi kabupaten mesuji yang notabene adalah daerah otonomi baru dan daerah yang memang agak sulit karena kondisi tanah yang rawa dan masih labil,” kata Budi.


Pasalnya, hampir 80% masyarakat Mesuji masih menginginkan beliau melanjutkan kembali pembangunan dikabupaten mesuji, ini terlihat dari hasil pilkada dan juga dukungan dari seluruh elemen masyarakat. “Oleh karenanya mesuji masih membutuhkan sosok beliau baik tenaga maupun pikiran setidak 5-10 tahun kedepan,” tandasnya.


Sementara itu, Akademisi Universitas Lampung (Unila), Yusdianto, mengatakan peluang Irwan Sihar untuk menjadi PJ sangat besar. “Mungkin gubernur punya pertimbangan lain kenapa harus Marpaung. Mesuji kan emang daerah konflik, Apalagi Marpaung mantan Danrem," singkat Yusdianto.(ZN)

Posting Komentar