[caption id="attachment_1185" align="aligncenter" width="427"] Ilustrasi Tambak (Ist)[/caption]

BANDARLAMPUNG,FS-Menurut data yang ada di Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Lampung, tambak berlambang Siger ini termasuk tambak yang terbesar se-Asia tenggara.

Hal ini lah yang menjadikan Sai Bumi Ruwa Jurai, kaya akan hasil tambaknya, baik dari air asin, air payau maupun dari air tawar.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan, Toga Mahaji, menjelaskan, Lampung adalah provinsi yang memilki garis pantai yang sangat luas, artinya Lampung dapat dijadikan contoh oleh daerah-daerah lain, dalam rangka untuk membangun perekonomian dari hasil laut

“Lampung ini lengkap, ada air tawar, payau, serta laut yang cukup luas. Jadi sangat pas apabila kita ingin membangun contoh perikanan di Indonesia,” kata Toga, Minggu (2/4).

Menurutnya,  Lampung memiliki potensi yang sangat besar sebagai daerah penghasil tambak terlus dan terbesar se-Asia Tenggara, bahkan lerlebih lagi dikatakan tambak yang terbesar se-dunia. Oleh karena itu Indonesia juga dapat dibangun dari sektor perikanan.

“Kalau dari segi budi daya, tambak terluas di Asia Tenggara, justru itu ada di Lampung, bahkan se-dunia, potensi tambak kita ini juga memiliki prospek ke depan yang baik. Kita membangaun Indonesia ini dengan perikanan, kalau dilihat Lampung ini sangat strategis, karena dekat dengan Ibukota Jakarta," paparnya

Dirinya menyesalkan, apabila masyarakat Lampung tidak banyak mengetahui dan terkesan mengabaikan aset berharga budi daya tambak yang lebih besar dari daerah maupun negara-negara lain.

“Kalau kit lihat dari sumber daya mungkin kalau dinyatakan keunggulan-keungggulan komparatif, saya katakan tentu tambak kita lebih unggul dari daerah lain, karena daerah lain tidak ada yang seperti kita, cuma selama ini kita yang tinggal di Lampung, tapi kita lupa bahwa kita punya tambak udang terluas,” tukasnya.

Selain itu, menurut Toga, sering kali Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu lebih diperhatikan, dan meniadakan Produk Domestik Bruto (PDB), seolah peningkatan Pendapatan Asli Daerah PAD harus yang paling diutamakan, sehingga melupakan peningkatan PDB, padahal peningkatan PAD pengaruhnya sama dengan peningkatan PDB terhadap perekonomian daerah.

“PDB sering kita lupakan, hanya diperizinan awalnya saja, sehingga kita rapat-rapat di DPR dan dimana-mana yang kita bahas PAD, sedangkn PDB hanya sepintas saja, nah ini terkadang kita lupa, kemudian karena ini milik perusahaan-perusahaan besar, dan lokasinya jauh kearah Tulangbawang sana, sehingga kita terlupakan. Padahal itu keunggulan komparatif kita, dengan kondisi sekarang dan yang lewat-lewat,” tandasnya.(ZN)

Posting Komentar