[caption id="attachment_1216" align="aligncenter" width="284"] Gambar Ilustrasi. (Ist)[/caption]

BANDARLAMPUNG, FS—Meski panen telah usai pada penghujung tahun lalu, namun realisasi ekspor kopi robusta Lampung ke sejumlah negara pada Februari 2017 tetap tinggi. Data dari Dinas Perdagangan Provinsi Lampung menunjukkan, ekspor dibulan kedua tahun ini mencapa USD28,8 juta dengan volume 14.321 ton.

Bila dibandingkan dengan Desember 2016, angka tersebut mengalami penurunan drastis hingga 50%. Pada Desember 2016, realisasi ekspor kopi robusta mencapai 23.284 ton dengan nilai USD45,3 juta.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia menyebut penurunan drastis tersebut wajar terjadi lantaran ekspor pada Desember masih sangat dekat dengan masa panen raya kopi yang berlangsung pada September sehingga Lampung memiliki stok kopi yang melimpah.

"Meski panen belum mulai, tapi ekspor kopi Lampung ke sejumlah negara di dunia masih terus berlangsung," kata dia.

Ekspor Lampung menyasar sejumlah negara di Kawasan Asia (Jepang, Malaysia, Hongkong, India dll),  Eropa (Belgia, Yunani, Italia, Portugal hingga Swedia), Afrika (Afrika Selatan dan Mesir) hingga Amerika Serikat.

Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan, sebesar 85% ekspor kopi robusta Indonesia berasal dari Lampung. Kopi memberikan kontribusi sebesar 21,22% dari produksi nasional, dan sekitar 85% ekspor komoditas tersebut berasal dari Lampung.

Luas areal kopi di Lampung mencapai 163.837 hektare dengan produksi kopi mencapai sekitar 100.000-12.000 ton per tahun.(*)

Posting Komentar