[caption id="attachment_1198" align="aligncenter" width="469"] Siswa Pendaftar program Bina Lingkungan - Ilustrasi (ist)[/caption]

BANDARLAMPUNG, FS – Pemerintah Bandarlampung berencana membayar tunggakan dana bina lingkungan (Biling) SMA/SMK sekitar Rp 21 miliar usai mendapat  hasil perhitungan dari Disdik setempat.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Bandarlampung tunggakan biling yang  terdiri dari 9 SMK sekitar Rp 10 miliar dan 17 SMA Negeri Rp11 miliar yang belum dibayarkan oleh pemkot Bandar Lampung hingga Desember 2016.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bandarlampung, Trisno Andreas mengatakan pemkot siap membayar tagihan biling jika Disdik telah memberikan data hasil hitung-hitungan tunggakan itu.

“Lagi kita suruh hitung dulu di disdik, kalau hitungan sudah keluar resmi, siap bayar, Insya Allah dananya siap. Mudah mudahan senin (hari ini) sudah ketahuan angkanya,” kata Trisno,Minggu (2/4).

Jika dana pemkot mencukupi, maka tunggakan biling akan dilunasi, namun jika tidak cukup, maka akan menggunakan metode cicil.

"Kalau tidak cukup misalnya untuk pembayaran tunggakan selama empat bulan, maka kita bayar dulu tiga bulan atau membayar yang SMA dulu. Yang pasti kita liat berapa nominalnya.,” ungkapnya

Mengenai tunggakan lainnya seperti jamkeskot, pihaknya juga akan melunasinya namun yang harus diingat lanjut Trisno, tagihan jamkeskot terus bertambah seiring banyaknya masyarakat yang sakit.

“Jamkeskot itu juga kewajiban kita dan tinggal dikit lagi. Kalau kondisi masyarakat sehat semua ya berkurang, tapi kalau banyak yang sakit kayak musim sakit begini dipastikan bertambah,” pungkasnya. (ZN/TM)

Posting Komentar