[caption id="attachment_1219" align="aligncenter" width="500"] Gambar Ilustrasi. (Ist)[/caption]

JAKARTA, FS—Program rumah murah yang digalakkan pemerintah menjadi lahan basah bagi kalangan perbankan untuk menggaet debitur melalui saluran kredit pemilikan rumah (KPR). Berbagai strategi bank penyalur KPR pun dilancarkan, dari mulai kemudahan proses pengurusan hingga tawaran bunga rendah.

Kalangan perbankan menawarkan suku bunga ringan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dengan menggandeng Real Estate Indonesia guna mendorong pertumbuhan properti yang saat ini melesu. Pihak bank juga tengah membahas adanya target subsidi bunga tertentu dengan REI, seperti bunga yang akan disubsidi beberapa persen untuk tahun pertama dan akan kembali ke suku bunga fix 8,5%.

Segmentasi yang disasar mulai dari rumah di bawah Rp500 juta hingga Rp1 miliar. Bank optimistis mampu mendorong properti setelah adanya kelonggaran aturan "loan to value" atau LTV dari Bank Indonesia yang memberikan ruang gerak bagi pengembang.

Senior Executive Vice President BRI Supari menjelaskan, pihaknya menawarkan suku bunga KPR sebesar 8,5% untuk lima tahun, lebih rendah dari yang dihimbau pemerintah sebesar 9%.

Menurutnya, suku bunga itu juga akan menurun sesuai tenor yang makin singkat, yakni fix 8,25% untuk tenor tiga tahun, 8% untuk tenor dua tahun dan 7,75% untuk tenor satu tahun.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan diperkirakan hingga tahun 2025 angka kebutuhan rumah di Indonesia mencapai 30 juta unit.

Untuk itu kalangan perbankan berlomba untuk pemanfaatan fasilitas KPR maupun kredit pemilikan apartemen (KPA) melalui dukungan akses pembiayaan dalam membangun rumah, khususnya untuk pembangunan konstruksi.(*)

Posting Komentar