Elly Wahyuni - (Foto Rio)



BANDARLAMPUNG, FS- Maraknya penyalahgunaan Narkoba yang akhir-akhir ini mewabah pejabat publik di Provinsi Lampung, mendapat perhatian khusus dari seluruh pihak, salah satunya anggota DPRD Lampung Elly Wahyuni.


Menurutnya, Narkoba merupakan musuh besar generasi bangsa yang harus ditumpas hingga akarnya. Sebab, ribuan orang mati tiap harinya akibat barang haram tersebut.


"Ini sungguh memprihatinkan. Di saat anak muda dalam generasi emasnya, malah dirusak oleh kejahatan seperti narkoba. Tentunya ini perlu ditindak tegas agar peredaran narkoba tidak mengakar lagi dan menyasar ke masyarakat, khususnya anak muda," tegasnya.


Untuk itu, dirinya setuju jika aparat kepolisian menembak mati bandar dan pengedar narkoba. Namun, untuk korban menurutnya hanya perlu direhabilitasi saja.


"(Seperti kasus Mukhlis) Saya rasa perlu ketegasan aparat penegak hukum dalam memberikan atau menjatuhkan hukuman bagi pejabat publik yang terkena narkoba, jangan ada diskriminasi," tegasnya.


Dirinya juga mengakui soal adanya wacana Desa anti narkoba yang dinilainya masih kurang efektif jika diterapkan di Lampung. Sebab menurutnya, dengan APBD yang terfokuskan untuk infrastruktur, dirasa tidak akan bisa mengcover dana untuk desa anti narkoba.


"Penerapan desa anti narkoba ini kan butuh dana yang tidak kecil, karena sasarannya tiap desa. Alternatif nya saya rasa perlu adanya program-program dari instansi terkait untuk lebih mensosialisasikan bahaya narkoba di tiap-tiap desa. Saya rasa akan sangat efisien jika Pemda di masing-masing daerah ikut andil," jelasnya lagi.


Sebagai sekretaris Komisi V DPRD Lampung yang mengurusi bidang kesejahteraan masyarakat, pihaknya juga saat ini sedang membentuk perda tentang ketahanan keluarga yang didalamnya termasuk mengatasi tentang bahaya narkoba dan penanggulangannya.


"Insyaallah beberapa bulan ini bisa disahkan (Perda tersebut), agar ke depannya kita bisa membantu meminimalisir penyalahgunaan  Narkoba di masyarakat di Provinsi Lampung," tandasnya. (RF)

Posting Komentar