Chusnunia Chalim, Bupati Lampung Timur (ist)

WAY JEPARA, FS -  Festival Kicau Burung Bumei Tuwah Bepadan CUP I And Anniversary Bintang Timur BC.IV, yang merupakan rangkaian kalender wisata Kabupaten Lampung Timur, dibuka oleh Wakil Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari, di Lapangan Labuhan Ratu I , Way Jepara Kab. Lampung Timur, pada Minggu, 26 Maret 2017. 

Turut hadir pada acara Festival Kicau Burung , Bupati Lampung Timur, Chusnunia chalim dan wakil bupati Zaiful Bukhori.Sekdakab, Puji Riyanto, Sekretaris Dewan, Yusmar Sirya, Perwira Penghubung 0411/ LT,Mayor Kaveleri, Joko subroto, Kapolres Lampung Timur, AKBP Harseno, jajaran forkopimda dan forkopimcam beserta kepala desa se Kecamatan Way Jepara.

Festival Burung Berkicau Bumei Tuwah Bepadan Cup I terselenggara berkat kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dengan Komunitas Pecinta Burung Berkicau atau yang lebih trend disebut Komunitas Kicau Mania yang ada di Lampung Timur yaitu Bintang Timur Bird Club Lampung Timur. 

Yusmar Sirya, SH, MH Kordinator Panitia lapangan melaporkan bahwa Festival Kicau Burung Bumei Tuwah Bepadan CUP I And Anniversary Bintang Timur BC.IV , bertema " Pelestarian Burung Berkicau" dan merupakan salah satu program hiburan kalender wisata lampung timur dan juga mengangkat ikon Aset satwa hutan lampung timur.

Selain gajah, lampung timur juga mempunyai satwa hutan yaitu murai batu way kambas, yang pada saat ini mulai di lirik oleh kicau mania di indonesia,"ungkap Yusmar selaku korlap festival.

Yusmar mengatakan bahwa di indonesia peses murai batu ekor putih, yang sebelumnya para kicau mania hanya mengatahui burung murai batu dari aceh, medan, jambi, riau, kota agung."tetapi untuk di ketahui pagi tadi mulai banyak lestarikan burung murai batu way kambas melalui sistem penangkaran lampung timur yang di komodinir panitia dengan membuka stan penangkaran bagian sebelah selatan tarup utama,"ujar Yusmar.

Yusmar juga mengatakan bahwa Jumlah kelas yang dilombakan sebanyak 26 kelas dan jenis burung burung yang di lombakan diantaranya : Murai Batu, Kacer, Kenari, Ciblek. Dengan jumlah peserta kurang lebih 1500 orang dari lampung, Tangerang, Jakarta, Surabaya, Banjar Negara, Banten, Aceh."Dan bagi peserta lomba yang dapat juara akan dapat hadiah uang tunai dan Trophy serta (Door Prize Lemari es, Televisi, Kipas Angin, & Door Prize 1 Tiket Umroh) dari bupati lampung timur, wakil bupati, DPRD, Dinas Pariwisata, Lampung Timur Team, BTBC, Kec. Way Jepara. 

Dalam sambutan bupati Chusnunia chalim yang diwakili oleh wakil bupati Zaiful Bokhori menyampaikan bahwa kegiatan festival kicau burung yang akan diberi nama Bumei Tuwah Bepadan Cup I. 

Nama Bumei Tuwah Bepadan disematkan pada kegiatan ini adalah untuk menjadikan semboyan Lampung Timur agar lebih dikenal secara luas dan menjadi ikon. Bila kemudian hari orang mendengar Bumei Tuwah Bepadan Cup, maka yg terbesit dalam benak mereka adalah sebuah festival kicau burung di Lampung Timur.


“Untuk Festival kicau mania yang rencananya diadakan setiap bulan maret, mencantumkan angka satu pada nama kegiatan tersebut agar kedepan festival kicau mania ini dapat terselenggara secara berkesinambungan dan menjadi agenda tetap di Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Timur,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama bupati lampung timur Chusnunia chalim mengatakan bahwa festival kicau burung saat ini merupakan salah satu bagian kalender even pariwisata 2017 Kabupaten Lampung Timur. Dimana pada dasarnya melalui even pariwisata tersebut mewadahi berbagai hobi. Karena basis sebenarnya festival festival yang ada di Lampung Timur saat ini berasal dari berbagai komunitas hobi seperti komunitas pencinta burung.

“Sebenarnya Lampung Timur termasuk punya andalan yaitu Murai Batu Way Kambas. Dan kita ingin support nanti kedepannya teman teman penangkar burung dan sebagainya yang asli Lampung Timur, apa yang bisa kita lakukan dengan segala kemungkinan yang ada,” ungkapnya.

Festival kicau burung ini, masih kata Chusnunia peserta ternyata cukup antusias pencintanya luar biasa, kita pikir mungkin hanya sekitar Lampung, ternyata dari Palembang, dari Bandung, dari Jawa Timur. Kita pikir seratus orang, dua ratus orang, ternyata ribuan orang datang, ini luar biasa.(RA)

Posting Komentar