[caption id="attachment_606" align="aligncenter" width="275"] Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo[/caption]

BANDARLAMPUNG, FS - Melalui hasil pertemuan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, terkait dampak dari Kereta Api Batubara rangkaian panjang (KA Babaranjang) yang melintas ditengah Kota Bandarlampung. Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, memastikan, tahun 2017 ini usulan pembangunan shortcut (pengalihan lintasan) untuk kuda besi tersebut bisa terselesaikan.

"Pertemuan kemarin dengan Kementerian ternyata memang ada over penilaian, sehingga menyebabkan biaya membengkak. Waktu itu saya bicara dengan pejabat eselon 1 di Kemenhub, ternyata untuk pembebasan lahan sampai Rp1 triliun. Ini salah satu faktor pembangunan shortcut kita terhambat," urai Gubernur Ridho, Kamis (30/3).

Namun, kata Gubernur, setelah melakukan koordinasi dan penilaian melalui personel Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, bahwa pembangunan shortcut ini tidak sampai Rp1 triliun, bahkan bisa setengahnya.

"Nah, jangan sampai biaya tinggi pembangunan jadi tidak bisa berjalan. Karena, permasalahannya adalah KA Babaranjang yang melintas ditengah kota bisa menyebabkan kemacetan, ditambah penduduk yang semakin padat. Jadi, bagaimana agar perlintasannya dialihkan ke luar kota," papar Ridho. (ZN)

Posting Komentar