BANDARLAMPUNG, FS - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yandri Nazir, mendukung program Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, yang menghapuskan program biling (bina lingkungan) untuk SMA/SMK sederajat.

Pasalnya, sekolah unggulan menjadi turun kualitasnya dan sekolah swasta terancam gulung tikar karena penerimaan siswa melalui jalur kurang mampu lebih besar daripada siswa reguler.

"Sehingga program Bosda (bantuan oprasional sekolah) dari pemerintah provinsi menjadi upaya untuk meningkatakan kembali kualitas pendidikan khususnya di kota Bandarlampung," tegas Yandri, Jumat (31/3).

Dirinya menjelaskan, untuk jalur reguler persentasenya sebesar 70 persen dan jalur kurang mampu sebesar 30 persen.  Pada jalur reguler total penerimaan dibagi lagi menjadi 70 persen untuk masing-masing kabupaten di tempat mereka melaksanakan tes,  dan 30 ppersen untuk kuota pendaftar dari kabupaten lain,  begitu juga dengan jalur kurang mampu.

Untuk menyeimbangkan, sambung dia, perbandingan rasio ideal per kelas antara guru dan murid,  lanjut Yandri, dari 150 sebaiknya diturunkan menjadi 136 murid, karena mengacu pada Permendikbud No 22 tahun 2012.

"Saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung tengah menggodok sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun ajaran 2017-2018 untuk tingkatan pendidikan menengah yang sebentar lagi akan dimulai,"  tambah Yandri.

Lanjutnya, PPDB sendiri akan dilaksanakan dengan mekanisme seleksi untuk menentukan peserta terbaik yang bisa masuk ke sebuah sekolah. Sitem ini pun akan dibagi dalam dua jenis metode mendaftar yakni melalui jalur reguler dan jalur kurang mampu,  di mana peserta akan mulai mendaftar dan memverifikasi data secara online.

Seperti diketahui, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, telah menganggarkan Rp75 miliyar untuk Program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dalam rangka menuju Sekolah Gratis Tingkat Atas se-Provinsi Lampung.

Gubernur Ridho mengatakan, bahwa jajaran Pemerintah Provinsi Lampung terus memfokuskan program-program pendidikan di Provinsi Lampung. Salah satunya untuk meningkatkan pembangunan pendidikan sekaligus mutu pendidikan di Lampung.

“Untuk itu, kami telah menganggarkan dana untuk Program Bosda 75 Milyar untuk membantu kegiatan pendidikan dijenjang SMA/SMK/MAN/SLTA. Selain itu, kami juga memberikan Insentif kepada seluruh Guru honor murni, Insentif Kepala Sekolah 1 juta/ Kepala Sekolah Se-Provinsi Lampung. Serta untuk mengatasi kekurangan guru telah diluncurkan program Lampung Mengajar sebanyak 120 orang, dari berbagai jurusan pendidikan yang dibutuhkan dimasing masing daerah," tandas Gubernur termuda se Indonesia ini.(ZN)

Posting Komentar