Titik banjir terparah di Psar Sukadana LAmtim.
Bandar Lampung : Curah hujan ekstrim yang terjadi beberapa hari ini membuat banjir disejumlah daerah di kabupaten Lampung Timur. Hasil pantau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamtim terdapat tiga titik yang mengalami bencana banjir.

Menurut keterangan Kepala BPBD Lamtim Tri Pranoto, tiga titik yang mengalami banjir yakni berada di daerah Lebab kecamatan Jabung,  Desa Mulyo Asri Kecamatan Bumi Agung dan Pasar Lama Sukadana kecamatan Sukadana.

Pihakny telah melakukan pemantauan di tiga titik lokasi banjir serta membantu mengevakuasi warga ketempat yang lebih aman. Bahkan pihaknya akan menggelar tenda untuk warga yang rumahnya terendam air.

"Di Bumi Agung sudah kita kirim 2 unit perahu karet, Sukadana 1 unit untuk membantu mengevakuasi warga. Sedangkan di Jabung terus dilakukan pemantauan oleh tim yang ada disana, bila memungkinkan kita juga akan membuat tenda,"jelas Tri Pranoto saat dihubungi melalui ponsel pribadinya, Selasa (21/02/2017).

Ia melanjutkan, untuk bantuan logistik BPBD akan secepatnya mengirim makanan siap saji setelah adanya laporan dari pihak kecamatan dan kepala desa yang wilayahnya terkena banjir. Laporan tersebut sangat penting untuk dapat dipastikan berapa jumlah warga yang harus disalurkan bantuan logistik.

"Kami sedang menunggu laporan pihak kecamatan dan desa yang terkena banjir untuk menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji. Sementara untuk bahan makanan seperti beras itu akan dibantu dari dinas sosial,"ucapnya.

Ia menjelaskan, hasil laporan sementara ada 150 KK di desa Mulyo Asri kecamatan Bumi Agung yang terkena banjir, Sedangkan di wilayah Jabung dan Sukadana belum ada laporan yang masuk. akan tetapi sudah dipastikan air telah merendam rumah dan toko yang ada dipasar tersebut.
Sedangkan untuk korban jiwa, BPBD Lamtim belum menerima laporan yang masuk, baik itu laporan dari masyrakat maupun dari pihak kepolisian.

"Sementara ini tidak ada laporan dari pihak polsek jika ada korban jiwa akibat bencana banjir ini,"tandasnya.

Diketahui hari ini, Selasa (21/02/217) Sukadana yang merupakan ibukota Lamtim mengalami banjir yang menggenangi ruko pasar Sukadana. Dari pantauan media ini dilokasi,  air mulai naik dari jam 1 malam hingga mencapai 2 meter, kejadian ini terulang lagi dari tahun 1995 setelah tanggul sungai di sukadana dibuat.

Dalam peristiwa bencana banjir ini, kerugian warga ditapsir mencapai ratusan juta rupiah.
Curah hujan ekstrim yang terjadi beberapa hari ini membuat banjir disejumlah daerah di kabupaten Lampung Timur. Hasil pantau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamtim terdapat tiga titik yang mengalami bencana banjir.

Menurut keterangan Kepala BPBD Lamtim Tri Pranoto, tiga titik yang mengalami banjir yakni berada di daerah Lebab kecamatan Jabung, Desa Mulyo Asri Kecamatan Bumi Agung dan Pasar Lama Sukadana kecamatan Sukadana.

Pihakny telah melakukan pemantauan di tiga titik lokasi banjir serta membantu mengevakuasi warga ketempat yang lebih aman. Bahkan pihaknya akan menggelar tenda untuk warga yang rumahnya terendam air.

"Di Bumi Agung sudah kita kirim 2 unit perahu karet, Sukadana 1 unit untuk membantu mengevakuasi warga. Sedangkan di Jabung terus dilakukan pemantauan oleh tim yang ada disana, bila memungkinkan kita juga akan membuat tenda,"jelas Tri Pranoto saat dihubungi melalui ponsel pribadinya, Selasa (21/02/2017).

Ia melanjutkan, untuk bantuan logistik BPBD akan secepatnya mengirim makanan siap saji setelah adanya laporan dari pihak kecamatan dan kepala desa yang wilayahnya terkena banjir. Laporan tersebut sangat penting untuk dapat dipastikan berapa jumlah warga yang harus disalurkan bantuan logistik.

Desa Mulyo Asri kecamatan Bumi Agung Lampung Timur terendam banjir setinggi 1,5 meter disebabkan hujan deras yang terjadi sejak senin sore hingga pagi selasa (20-21/02/2017) dan mengakibatkan ratusan rumah warga desa setempat terendam banjir.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menerjang kolam ikan siap panen. Diperkirakan sebanyak 1ton ikan gagal dipanen serta menghanyutkan peralatan elektronik yang tidak sempat diselamatkan oleh pemiliknya.

Fahri warga Mulyo Asri menjelaskan, bencana banjir sering dirasakan oleh warga setempat setiap tahunnya, namun bencana banjir kali ini terbilang cukup parah karena kapasitas aliran sungai tidak mampu untuk menampung arus air yang meluap akibat curah hujan yang sangat deras, padahal tanggul di sekitar sungai tersebut juga sudah ditinggikan.

Dikatakannya, sebanyak 150 rumah warga terendam banjir, satu unit mobil minibus milik Warga yang terparkir di pinggir jalan ikut terendam, serta menghanyutkan beberapa hewan ternak, dan hasil pertanian seperti gabah yang baru selesai di panen.

titik banjir di Jl Zainal Abidin Pagar Alam Bandar Lampung.
Sementara itu, curah hujan yang tinggi selama beberapa hari dan kemarin Senin sampai malam, membuat sejumlah ruas jalan di Kota Bandar Lampung terendam banjir cukup parah.

Dari pantauan lampungtoday.com sekitar pukul 04.00 wib dini hari di beberapa titik banjir terparah, salah satunya di Jalan ZA Pagar Alam dan Sultan Agung. Ketinggian air diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 60 cm lebih atau selutut kaki orang dewasa.

Selain jalan Sultan Agung, akibat hujan lebat yang mengguyur Kota Bandar Lampung, Jalan ZA Pagar Alam yang merupakan jalan protokol ikut terendam banjir. Parahnya salah satu SPBU yang berada di sisi jalan tersebut pun ikut terendam banjir.

Sebelumnya, Menurut Indeks Kerawanan Bencana, Provinsi Lampung merupakan daerah rawan bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, banjir, tanah longsor, puting beliung dan lain-lain. Mengingat kondisi cuaca ekstrim akhir-akhir ini yang di khawatirkan akan mendatangkan bencana alam.

Kadissos Provinsi Lampung Sumarju Saeni pada hari Senin 20 Feb 2017 di halaman Dinsos Lampung, melakukan pengecekan kelayakan kendaraan operasional dalam penanggulangan bencana baik R2 dan R4 seperi Dapur Umum Lapangan, Rescue, Tangki Air Bersih, Water Treatment, Motor Trail dan lain-lain.

Sumarju berharap kepada Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Maria Tamtina agar senantiasa mengecek kendaraan tersebut sehingga selalu siap pakai dalam upaya perlindungan korban bencana baik sebagai akibat dari alam maupun manusia. "mobil operasional penanggulangan bencana ini hendaknya terawat sehingga siap melaksanakan tugas lapangan" katanya.(R)

Posting Komentar