Lampung Tengah : Bupati Lampung Tengah Dr. Ir. Mustafa terjun langsung melakukan gotong-royong menimbun jalan di Kampung Gedong Sari Kecamatan Anak Ratu Aji, Rabu (22/02/2017).
Gotong-royong dilakukan Bupati Mustafa menyusul banyaknya keluhan atas jalan rusak yang disebabkan kendaraan-kendaraan dengan muatan berlebihan.

Terik matahari tak menghalangi bupati dan masyarakat untuk tetap semangat melakukan gotong royong. Membawa cangkul dan material bebatuan, warga bahu membahu menimbun jalan. Gotong royong sendiri, diakui sejumlah warga, telah dilaksanakan selama dua hari.

Dari pantauan media, kondisi jalan sepanjang 1 kilometer ini memang rusak parah. Menurut Arif, warga setempat, kerusakan jalan disebabkan tonase berlebihan oleh kendaraan-kendaraan muatan hasil bumi dan perkebunan, seperti singkong, sawit, jagung, dan kayu.

"Jalan ini dibangun pada tahun 2014, tapi kini sudah rusak parah karena banyaknya kendaraan melintas dengan kapasitas berlebihan. Idealnya jalan ini hanya dilintasi maksimal 8 ton, tapi kadang muatan mencapai 15 ton. Akhirnya jalan cepat rusak," ungkapnya.

Camat Ratu Aji Zulkarnain menambahkan gotong royong menimbun jalan merupakan kehendak masyarakat yang terinspirasi dari program gotong royong Bupati Mustafa. Masyarakat, dari berbagai elemen secara sukarela melakukan swadaya untuk membeli material yang dibutuhkan. Mereka juga terjun langsung untuk bersama-sama menimbun jalan.

"Ini adalah jalan poros yang perannya sangat krusial. Tak hanya menghubungkan jalan antar kecamatan, tetapi juga antar kabupaten. Jalan ini menjadi jalan penghubung ke Kabupaten Lampung Utara dan jalan alternatif menuju Pringsewu dan Kotabumi. Karena itu kerusakan jalan harus diantisipasi, salah satunga dengan gotong royong," jelas dia.

Sementara itu, Bupati Lampung Tengah Mustafa usai gotong royong menuturkan, perbaikan jalan rusak perlu segera dilakukan guna mengantisipasi kerusakan yang lebih parah. Khususnya, kata dia, ketika memasuki musim hujan dimana banjir dan longsor menjadi ancaman.

"Saat inj banjir sedang menjadi momok bagi masyarakat. Jangan sampai ini diperparah dengan kondisi jalan yang rusak parah. Untuk pembangunan jalan, pemerintah akan terus berupaya memperbaiki jalan-jalan rusak di Lampung Tengah. Namun saya minta warga agar tidak berpangku tangan, kita harus bergerak, bergotong royong membangun jalan. Harus ada rasa memiliki disini," tegas Mustafa.

Menurutnya gotong-royong adalah budaya yang harus terus dilestarikan. Tak hanya sekedar meringankan pekerjaan yang menjadi kepentingan bersama, bergotong-royong juga menguatkan ikatan persaudaraan.

"Saat ini kita semua tak boleh hanya diam dan menunggu. Mari semua bergerak, bergotong-royong menimbun jalan yang rusak, baik jalan negara, jalan provinsi maupun jalan kabupaten. Tak hanya meringankan pekerjaan, gotong-royong juga mempererat persaudaraan," kata Mustafa.

Mardianto (39), salah seorang warga ymengaku senang dengan kebijakan Mustafa. Terlebih, Mustafa ikut terjun langsung, berbaur, bergotong-royong bersama warga.

"Ini bukan hanya perintah, tetapi ajakan. Pak Mustafa juga tak hanya datang meninjau, tetapi ikut terjun langsung memegang cangkul," kata dia.(R)

Posting Komentar