Edi Agus Yanto saat memberikan bantuan (ist)
BANDARLAMPUNG - Sejumlah mahasiswa Pringsewu menuntut kepada pihak penyelenggara pilkada dalam hal ini Panwaslu Kabupaten Pringsewu untuk bersikap tegas dan tidak pandang bulu dalam memproses pelaku money politik yang terjadi di Pilkada Pringsewu.

"Kami minta Panwas tegas untuk melakukan proses hukum terhadap pelaku dugaan politik uang dengan bermodus bantuan CSR," ujar Darmanda, dalam aksi demonstrasi di kantor Panwas setempat, kemarin.

Aksi masa yang dimulai dari pendopo Bupati Pringsewu dengan berjalan kaki menuju kantor Panwas Pringsewu tersebut juga meminta kepada Panwas untuk memanggil yang bersangkutan (Edi).
Ratusan masa tersebut diterima oleh komisioner Panwas Pringsewu Arifin dan Azis.

Dalam penuturannya, Panwas Pringsewu berjanji akan menindak dengan tidak pandang bulu terhadap persoalan money politik yang dilakukan oleh semua calon yang berlaga di Kabupaten Pringsewu. "Kita sudah agendakan akan memanggil yang bersangkutan untuk diminrai keterangan terkait persoalan CSR ini," ujar Aziz.

Terpisah sebelumnya, Calon Wakil Bupati (cawabup) Pringsewu, Edy Agus Yanto bakal memenuhi panggilan Panwas Pringsewu, Rabu (1/2).

Pasangan dari Siti Rahma itu bakal memberikan klarifikasi terkait dugaan politik uang yang dilakukannya dengan membagikan dana CSR dari beberapa perusahaan beberapa waktu lalu.

"Iya kemarin saya dapat undangan dari Panwas untuk datang hari ini. Dan kebetulan saya lagi di Jakarta dan baru sampai jam 11 siang tadi kemudian langsung ikut rakor di rumah PAN. Tapi besok sore jam 5, kita akan penuhi undangan Panwas," ujarnya.

Lanjutnya, kehadirannya besok untuk menjelaskan kepada Panwas, terkait pembagian dana CSR dari berbagai perusahaan yang menurutnya itu murni karena ingin membantu masyarakat.

"Saya kan basicnya sebagai aktifis dan itu sudah lama dan sekarang masih aktifis. Dan saat itu tidak ada kampanye, apa lagi menyampaikan visi dan misi tidak ada ajakan untuk memilih kita," ungkapnya. (#)

Posting Komentar