BANDARLAMPUNG, – Keluhan masyarakat atas buruknya infrastruktur di pinggiran Bandarlampung ternyata dirasakan juga oleh warga Kota Tapis Berseri, khususnya di Jalan Imam Bonjol, Kemiling. Pasalnya, jalan rusak itu telah banyak menelan korban kecelakaan pengendara motor.

Salah satu warga Imam Bonjol, Kemiling, Bandarlampung, Wani mengaku bahwa jalan itu baru di perbaiki oleh dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat sekitar setengah tahun lalu dan sekarang telah rusak kembali yang diduga disebabkan seringnya dilintasi oleh kendaraan dengan tonase lebih, seperti truk dan fuso.

"Mungkin karena sering dilewati kendaraan dengan tonase lebih itu, makanya jalan mudah rusak,” Kata Wani, Minggu (26/2).

Akibat buruknya infrasturuktur ini megakibatkan kecelaaan antar pengendara kendaraan bermotor pada 2016 lalu. Peristiwa itu bermula saat pengendara bermotor dengan kecepatan tinggi langsung membuang arah ke tengah jalan untuk menghindari lubang di depannya.

Kemudian, tanpa disadari dari arah berlawanan ada pengendara bermotor yang melintas dengan kecepatan tinggi dan kecelakaan tidak bisa dihindari, akhirnya salah satu pengendara bermotor itu langsung tidak sadarkan diri dan berlumuran darah.

“Tahun lalu sebelum tahun baru 2017, ada kecelakaan kendaraan motor 'Adu kebo'. Kabarnya salah satu pengendaran itu koma,” Ungkapnya.

Ia berharap, Pemerintah Bandarlampung dapat segera memperbaiki jalan itu untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan antar pengendara yang melintasi tempat tersebut.

"Kami berharap dinas PU Bandarlampung agar segera memperbaiki jalan ini. Sebab jalan ini sering kali terjadi kecelakaan karena pengendara bermotor ingin mengindari lubang, lalu jatuh," Ungkapya.

Terpisah, Hal senadapun disampaikan oleh warga Jalan imam bonjol lainnya, Uli mengatakan bahwa buruknya infrastruktur jalan Imam Bonjol, Kemiling, Bandarlampung kerap kali terjadi kecelakaan antar sesame pengendara kendaraan bermotor untuk menghindari lubang.

"Apa lagi saat malam hari mas, kan gelap, dan lubang itu tidak terlihat, jadinya banyak pengendara bermotor yang jatuh.Beberapa waktu lalu juga ada oknum polisi yang terjatuh akibat menghantam lubang," Ungkap pedagang air minum ini.

Sebelumnya, Buruknya inrastruktur yang dikeluhkan oleh warga pinggiran Bandarlampung seperti jalan Pulau Sebesi, Sukarame mendapat perhatian oleh Wakil Wali Kota Bandarlampung, Yusuf Kohar agar segera diperbaiki dengan memprioritaskan perbaikan drainase.

“Harus diperbaiki jalan itu dengan kualitas yang terjamin agar tidak mudah rusak,” Kata Yusuf Kohar, Rabu (22/2).

Oleh karena itu, sudah semestinya pemerintah Bandarlampung memperhatikan jalan rusak yang berlokasi di wilayahnya.

“Kita perbaiki dulu drainase (saluran air), baru memperbaiki jalannya,” Ungkapnya.

Dia mencontohkan, rusaknya infrastruktur di jalan Pulau Sebesi, Sukarame disebabkan oleh buruknya drainase yang menyebabkan saluran air menjadi tidak lancar. Sebab, salah satu penyebab jalan mudah rusak yakni, air dari drainase terlalu lama menggenangi jalan tersebut.

“ Ini kewajiban kita untuk melayani masyarakat Bandarlampung dan tentu membutuhkan perencanaan dari DPU setempat,” Ungkapnya.

Sementara itu, hal senadapun disampaikan oleh anggota komisi III DPRD Bandarlampung, Erika yang menyatakan bahwa pihaknya mendorong Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bandarlampung agar segera memperbaiki infrastruktur jalan yang berada di pinggiran Kota Tapis Berseri yang sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) 2017.

“Fokus utama Dewan dan pemkot Bandarlampung walaupun pembahasan APBD 2017 masih di evaluasi oleh  Mendagri,” Katanya.

Ia berharap pemerintah kabupaten/kota se Bumi Ruwa Jurai dapat saling bersinergi untuk meningkatkan pembangunan demi kemajuan provinsi Lampung.

"Kami (DPRD) sebagai wakil rakyat akan mengawasi penggunaan APBD 2017 untuk kemajuan Kota Tapis Berseri guna menjadi Kota Metropolitan dimasa mendatang," Pungkasnya. (IH/TM)

Posting Komentar