Kabul : Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam penyelidikan awalnya menyebutkan, sedikitnya 18 warga tewas akibat serangan udara pasukan koalisi asing di Provinsi Helmand, Afganistan, pekan lalu.
Militer Amerika Serikat, seperti dirilis Reuters, Senin (13/2/2017), mengatakan, pesawat koalisi AS menghujani Helmand sebanyak 30 kali pekan lalu dan akan mempelajari hasil penyelidikan PBB itu.

"Tuduhan itu sedang diselidiki dan pihak terkait masih mempelajari penyebab jatuhnya korban tewas dan cedera. Terlebih lagi, apakah para korban akibat serangan udara," kata juru bicara militer AS, Brigadir Jenderal Charles Cleveland.

Koalisi militer internasional yang dipimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah menempatkan ratusan tentaranya di Helmand untuk membantu Afganistan menghadapi Taliban.
Pesawat perang AS dan tentara terlatihnya terlibat dalam konfik di Afganistan. Satu tentara AS terluka dalam pertempuran tersebut.

Serangan udara di Distrik Sangin, Helmand, Kamis dan Jumat pekan lalu menewaskan 18 warga. Korban umumnya perempuan dan anak-anak, kata laporan PBB.

PBB mengatakan, serangan itu berasal dari pasukan militer internasional. Namun, hanya pesawat perang AS yang terlibat dalam pertempuran belakangan ini.

Anggota keluarga korban yang menunggu di Laskhar Gah, ibu kota Provinsi Helmand, menuntut adanya penjelasan.

"Bagaimana perempuan dan anak-anak dicurigai sebagai anggota Taliban?" kata Majnoon, penduduk Sangin sambil menambahkan, 11 orang tewas di rumah kakaknya akibat serangan Kamis lalu.
Mullah Qasem, tokoh masyarakat Sangin mengatakan, pemerintah harus memperjuangkan keadilan bagi keluarga korban.

PBB mengatakan, pelaku bom bunuh diri Taliban juga menewaskan tujuh warga dalam serangan di Lashkar Gah, Sabtu (11/2/2017).

"PBB mendesak agar tiap pihak dapat menyelesaikan masalah sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional, serta berkomitmen melindungi warga dari seluruh ancaman," kata lembaga dunia itu.

Menurut laporan terbaru PBB, jumlah warga sipil yang tewas baik dari serangan udara AS atau Afganistan telah meningkat drastis pada tahun lalu.(Sumber : Kompas)

Posting Komentar