Sampah di sepanjang pesisir pantai utara Sukaraja Bandarlampung (ist)

BANDARLAMPUNG – Para Nelayan di kawasan pesisir Pantai Utara, Sukaraja, Bandarlampung mengeluhkan minimnya hasil tangkapan sejak sepekan terakhir.  Faktor cuaca buruk dan banyaknya sampah di tengah laut   diduga telah merusak ekosistem di seputaran Teluk Lampung tersebut.

“Pendapatan kami sejak sepekan terakhir menurun drastis,” ujar Budi (47) salah satu nelayan, Selasa, (31/1).

Faktor cuaca yang buruk dan banyaknya sampah dilaut diduga telah menyebabkan ikan disekitaran berpindah tempat.

”Kemungkinan sampah ini telah mencemari air laut tempat mereka biasa berkumpul,” ucapnya.

Kendati merasa kesulitan mencari nafkah dari hasil menangkap ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi dia dan warga sekitar tetap saja nekad untuk pergi melaut, karena merasa tidak mempunyai keahlian lain untuk beralih profesi.

“ Saya tetap melaut meskipun ada atau tidak ada ikan. Karena tidak ada kerjaan lain untuk di kerjakan,” ucapnya.

Di lain sisi, kondisi laut saat ini berbeda dengan sebelumnya, dimana ekosistem laut telah tercemar oleh sampah organik maupun non organik

"Sekarang ini ikan lagi langka, Karena kondisi lautnya sudah gak seperti dulu lagi, yang menyebabkan ikan-ikan pada ngilang" jelasnya.

Terpisah, Salah satu pedagang sekitar, Asih mengaku harga ikan laut saat ini masih stabil dan tidak ada kenaikan secara signifikan setalah adanya keluhan dari sejumlah nelayan.

"Harga masih lumayan stabil, ikan ekor kuning per kilo nya Rp25 ribu, ikan Simba perkilo Rp.50 ribu" singkatnya. (#)


Posting Komentar