BANDARLAMPUNG : Dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 tahun 2016, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam Rapat Paripurna Istimewa digelar dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di ruang rapat paripurna gedung DPRD Lampung, Selasa (16/08/2016) pagi..

Dalam Rapat Paripurna Istimewa terlihat Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedy Aprizal, tapi tidak terlihat Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo. Hanya Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri.

Acara ini turut dihadiri Kapolda Lampung Brigjend Ike Edwin, Danrem 043/Gatam Kolonel Supriatna, jajaran Fokorpimda Provinsi Lampung, kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Provinsi Lampung, serta para asisten Pemprov Lampung. Anggota Forkopimda Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung beserta jajaran,  Organisasi Kemasyarakatan  dan Fungsional, Pimpinan BUMN dan BUMD se-Provinsi Lampung, para mantan pejabat dan Tokoh masyarakat Lampung secara khidmat mendengar Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo.

Sementara Wakil Gubernur Lampung  Bachtiar Basri mewakili Gubernur Ridho Ficardo menghadiri Rapat Paripurna tersebut.




Diantara Pidato Presiden mengatakan tiga langkah mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan dan kesenjangan sosial. Langkah pertama percepatan Pembangunan Infrastruktur, kedua penyiapan kapasitas Produktif dan sumberdaya manusia, ketiga deregulasi dan debirokrasi.

Untuk infrastruktur pemerintah akan membangun sarana infrastruktur secara lebih merata di seluruh tanah air guna memperkuat konektifitas antar wilayah dan memperkecil ketimpangan dan kesenjangan sosial.

Selanjutnya akselerasi pembangunan infrastruktur logistik meliputi Jalan, Pelabuhan, Bandara, Rel Kerta Api, sedangkan Akselerasi Pembangunan Infrasruktur strategis mencakup Pembangkit Listrik, Telekomunikasi, Irigasi, Embung, dan Perumahan Rakyat.

Pemerintah akan melakukan pembangunan secara merata dari sabang sampai merauke, dimana pembangunan untuk daerah-daerah marginal, miskin dan perbatasan akan menggunakan APBN sedangkan untuk wilayah lain pemerintah akan mendorong kerjasama dengan dunia usaha dan kerja sama dengan investor.


Presiden juga mengatakan Pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas rata-rata negara negara di asia, dengan petumbuhan ekonomi pada tahun 2016 4,92℅ dan pada triwulan kedua 5,18℅.

Selain itu Presiden juga mengatakan keseriusan Pemerintah dalam melindungi kaum marginal, penyandang disabilitas dan anak. Dimana kejahatan terhadap anak merupakan kejahatan luarbiasa yang harus ditangani secara serius.

Pada akhir Pidato Presiden menyampaikan penghargaannya kepada Pemerintah Daerah di antaranya untuk kesigapan Daerah dalam percepatan pelaksanaan kebijakan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan pelayanan administrasi terpadu kecamatan (PATEN).

Sementara itu didampingi Kabag Humas Biro Humas dan Protokol Heriyansyah, Wakil Gubernur Lampung menyampaikan sejalan dengan kebijakan pusat yang menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) Pemerintah Provinsi Lampung akan mempermudah regulasi untuk kemudahan dan kepentingan masyarakat.
Wagub juga melanjutkan, Pemerintah akan berusaha untuk menjaga stabilitas ekonomi yang terpengaruh kelambatan pertumbuhan dan fluktuasi perekonomian global. (advertorial)

Catat Ulasan