BANDAR LAMPUNG : Ketua Komite Pemantau Pelelangan Proyek Pemerintah (KP4) Lampung Utara, Rahmat Horizon segera melaporkan kepala dinas PI Lampung Utara, Sahbudin kepada Satuan Tugas (Satgas) Kejagung di Jakarta.
Laporan itu terkait adanya dugaan proyek diduga fiktif tahun anggaran 2015 sebanyak dua paket yang nilainya tidak kurang dari Rp1,5 miliar.
" Tujuan laporan ke Satgas Kejagung bukan berarti melemahkan pihak Kejati Lampung maupun Kejari Kotabumi," kata Rahmat Horizon dalam rilisnya, Senin (11/07/2016).
Hal ini mengingat adanya laporan Gapkenas Lampura tahun 2015 pada Kejati Lampung yang dilimpahkan Kejari Lampura hingga kini suram tanpa ada kejelasan.
"Termasuk pihak kejari hanya memeriksa para panitia lelang tanpa memikirkan atau memeriksa keterangan pelapor," kata dia.
Persoalan ini kata Rahmat awalnya dilaporkan Gapeknas Lampura namun progres dari laporan itu tidak ada sesuatu yang sifatnya signifikan.
Maka kata Rahmat pihaknya akan melaporkan ke Satgas Kejagung."Agar cepat tuntas jika memang terjadi adanya dugaan korupsi dalam laporan kami," tegas Rahmat.
Dia menambahkan tidak menutup kemungkinan masih banyak proyek fiktif pada tahun 2015 di Lampura. Terutama proyek-proyek du Dinas PU setempat.
Dikatakan Rahmat, ada dua pkaet yang akan mereka laporkan. Dan pihaknya sudah memuiliki bukti yang cukup kuat guna memjebloskan Kadis Pu Sahbudin ke hotel prodeo.
" KP4 tidak main-main dalam hal proyek apalagi diduga fiktif yang merugikan negara," ucapnya.
Sementara saat coba dihubungi journallampungcom via telepon selularnya, Kadis Pu Sahbudin dalam keadaan tidak aktif.(rilis)


Catat Ulasan